Oleh: ppsplampung | 2 Mei 2012

Rapat Pokja AMPL Kab. Pringsewu

Rapat Pokja AMPL Kabupaten Pringsewu dilaksanakan pada tanggal 24 April 2012 di Gedung Bappeda Kabupaten Pringsewu yang diikuti oleh anggota POKJA AMPL Pringsewu dari masing-masing SKPD, Fasilitator Propinsi dan Fasilitator Kabupaten Pringsewu yang membahas rencana kerja Pokja AMPL Pringsewu.

Oleh: ppsplampung | 2 Mei 2012

Pelatihan studi EHRA tingkat Propinsi Lampung

Pelatihan studi EHRA tingkat propinsi Lampung dilaksanakan pada tanggal 16 – 19 April 2012 di Hotel Bukit Rindu Kota Bandar Lampung. Pelatihan diikuti dari semua perwakilan SKPD dari 5 (lima) Kab/Kota peserta Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) masing-masing mengirimkan 6 (enam) orang perwakilan per Kab/Kota. Pelaksana pelatihan oleh anggota Pokja AMPL di Dinas Kesehatan Propinsi Lampung. Fasilitator pelatihan tersebut adalah staf Dinas Kesehatan Propinsi Lampung, Ibu Sukarmi (Kementerian Kesehatan Jakarta) dan Yayat Hidayat (Prosda). Kegiatan ini dibuka dan ditutup oleh dr. Raihana, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Lampung)

Oleh: ppsplampung | 2 Mei 2012

Rakor Konsultan PPSP Provinsi Lampung

ImageFasilitator Propinsi PPSP Lampung mengadakan Rapat Kooordinasi perdana bersama Fasilitator Kab/Kota pada tanggal 13 April 2012 di Jl. Lada III Way Halim Kota Bandar Lampung. Materi pembahasan yakni Rencana Kerja, Administrasi Fasilitator dan pelaporan program Percepatan Pembangunan Sanitasi Perkotaan (PPSP) Provinsi Lampung.

Oleh: ppsplampung | 2 Mei 2012

Rapat Pokja AMPL Kota Bandar lampung

Fasilitator Propinsi PPSP Lampung mengahadiri rapat Pokja Kota Bandar Lampung yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2012 di Ruang rapat Bappeda Kota Bandar Lampung yang dipimpin langsung oleh kepala Bappeda Kota Bandar Lampung. Peserta rapat terdiri dari Pokja AMPL dan CF Kota Bandar Lampung, Satker PPLP dan PF Provinsi Lampung.Image

Oleh: ppsplampung | 2 Mei 2012

Anggota Pokja AMPL Provinsi di Bappeda

Fasilitator Propinsi PPSP Lampung berkoordinasi dengan Sekretariat Pokja AMPL Propinsi Lampung sekaligus tempat berkantor Tenaga Ahli Fasilitator Propinsi di kantor Bidang Praswil & SDA Gedung Bappeda Propinsi Lampung.Image

Oleh: ppsplampung | 2 Mei 2012

Anggota Pokja AMPL Provinsi di Dinas Kesehatan

Fasilitator Provinsi PPSP Lampung memfasilitasi Pokja AMPL Provinsi Lampung dalam rangka persiapan pelatihan EHRA tingkat Provinsi Lampung di Dinas Kesehatan Kesehatan Provinsi Lampung.Image 

Oleh: ppsplampung | 2 Mei 2012

Kegiatan Tenaga Ahli PPSP

Setelah penandatanganan kontrak tanggal 3 April 2012 para tenaga ahli konsultan dengan Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) pada Program Percepatan Pembangunan Sanitasi (PPSP), kegiatan awal tenaga Fasilitator baik tingkat Propinsi dan Kab/Kota dilaksanakan di kantor Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung dengan beberapa kegiatan diantaranya Koordinasi awal pekerjaan dan Rencana Kerja. 

Satker PPLP Lampung yang diketuai oleh Ir. Sapoan (Kasatker) dengan dukungan tim dari Ir. Nery, MT (Satker), Suranto (Ketua Pokja), Zulkarnaen (anggota Pokja), dll.

Para Tenaga Ahli untuk tingkat Provinsi yakni  Ir. Zulhaen Nizam (Koordinator), Ir. Hernando Vesso (Teknik) dan Mufti Zaeni, SE (Keuangan & Kebijakan Publik).

Untuk tingkat Kab/Kota sbb :Image

  1. Saparudin Umar,SE (Koordinator) dan Ir. M. Ansori (Teknik) Kota Bandar Lampung
  2. Yuliana Intan Nurmala,ST (Koordinator) dan Asril Immawan,ST (Teknik) Kab. Lampung Selatan
  3. Irawan Heriyanto,ST (Koordinator) dan Yatno,ST (Teknik) Kab. Lampung Tengah
  4. Drs. Hasanusi (Koordinator) dan Yudi Ardiyansyah,ST (Teknik) Kab. Mesuji
  5. Arif Sujatmiko,ST (Koordinator) dan Jaenal Arifin,ST (Teknik) Kab. Pringsewu. 
Oleh: ppsplampung | 7 April 2012

Kegiatan PPSP

Agar sasaran program dapat tercapai, pelaksanaan kegiatan PPSP ini memerlukan pengaturan kelembagaan pelaksana baik di tingkat pusat maupun di tingkat provinsi serta di tingkat kabupaten/kota (Gambar 1).

 Di tingkat pusat telah dibentuk 1 (satu) Unit Pengelola Program (Program Management Unit/PMU) yang berperan sebagai koordinator perencanaan dan pengelolaan program PPSP serta pengembangan jaringan kemitraan dengan berbagai stakeholder dan 3 (tiga) Unit Pelaksana Program (Program Implementation Unit/PIU) yang berperan sebagai koordinator untuk kegiatan (i) peningkatan kepedulian, kesadaran dan penyiapan masyarakat; (ii) pengembangan kapasitas kelembagaan sanitasi daerah dan penguatan pola penyaluran pendanaan pembangunan sanitasi ke daerah; dan (iii) teknis dalam penyusun rencana strategis, memorandum program dan implementasi.  Sesuai dengan fungsinya, sekretariat PMU ditempatkan di bawah Koordinasi Kementrian Negara Perencanaan Pembangunan/Bappenas sementara sekretariat 3(tiga) PIU tersebar masing-masing di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum.               

Di tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota) dibentuk lembaga koordinasi berupa Kelompok Kerja (POKJA) Sanitasi atau POKJA Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) atau POKJA sejenis.  POKJA Provinsi memiliki peran sebagai koordinator pengelola, koordinator advokasi sanitasi, fasilitator, dan penyedia input strategis (advisory) dalam PPSP di tingkat provinsi.  Sementara di kabupaten/kota, POKJA kabupaten/kota berperan sebagai koordinator perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sanitasi di kabupaten/kota, koordinator advokasi sanitasi, penyedia input strategis dalam pembangunan sanitasi, dan fasilitator pelaksanaan PPSP di kabupaten/kota.

Oleh: ppsplampung | 7 April 2012

Tahapan PPSP, Sasaran dan Penanggung Jawabnya

No.

Tahapan

Sasaran

Peran Utama & Tanggung Jawab

1. Kampanye, edukasi, advokasi dan pendampingan Meningkatnya kesadaran dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan sanitasi Pusat, Provinsi, dan Donor
2. Pengembangan kelembagaan dan peraturan Meningkatkan koordinasi, kerjasama dan kolaborasi antar pemangku kepentingan Pusat, Provinsi
3. Penyusunan Rencana Strategis (SSK) Menentukan strategi pengembangan layanan sanitasi permukiman (air limbah, persampahan, drainase) dan komponen pendukungnya Kabupaten & Kota
4. Penyiapan Memorandum Program Meningkatkan akses pendanaan untuk pembangunan, rehabilitasi, operasional  dan pemeliharaan prasarana dan sarana sanitasi (APBD I & II, APBN, Bantuan Luar Negeri, partisipasi swasta dan masyarakat, dll) Pusat, Kabupaten/Kota
5. Pelaksanaan / implementasi Tersedianya prasarana dan sarana sanitasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, berkualitas dan berkelanjutan Pusat, Provinsi, Kabupaten & Kota
6. Pemantauan, pembimbingan, evaluasi dan pembinaan Memastikan pelaksanaan program / kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Pusat, Provinsi
Oleh: ppsplampung | 6 April 2012

Kick Off Meeting PPSP TA 2012 Propinsi Lampung

Kick Off meeting tingkat Propinsi Lampung telah dilaksanakan tanggal 2 April 2012 di Hotel Amalia Bandar Lampung sekaligus penjaringan minat bagi Kabupaten/Kota program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) TA.2013 diikuti oleh perwakilan Kabupaten/Kota se Propinsi Lampung, Satker PPLP, Pokja dan konsultan PPSP CF/PF PPSP Propinsi Lampung. Pembicara pada kegiatan tersebut diantaranya Ir. Rina Agustin Indriani, MURP selaku ketua PIU Teknis PPSP Direktorat Pengembangan PLP, Kementerian Pekerjaan Umum.

Adapun Kab/Kota peserta program PPSP TA 2012 adalah  Kab. Lampung Selatan, Kab. Pringsewu, Kab. Mesuji, Kab. Lampung Tengah dan Kota Bandar Lampung.  Program PPSP TA 2012  akan segera terlaksana seiring telah direkrut tenaga konsultan untuk pendampingan para peserta program yang terdiri dari 3 orang tenaga ahli tingkat propinsi (PF) dan 10 tenaga ahli tingkat kabupaten/kota (CF) untuk ditempatkan di 5 kab/kota peserta PPSP TA 2012.

Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) adalah program untuk meningkatkan dan mempercepat perencanaan dan investasi sektor sanitasi.  PPSP bertujuan meningkatkan kondisi sanitasi permukiman di kabupaten/kota yang menghadapi masalah serius di salah satu atau beberapa subsektor sanitasi ke arah yang lebih baik.

PPSP akan menitikberatkan pada tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai pada tahun 2014, yaitu:

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABs), baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, melalui penyediaan akses ke sistem saluran limbah terpusat sebesar 10%, dan sistem pengolahan setempat sebesar 90% dari populasi Indonesia.
  2. Pengurangan sampah pada sumbernya melaui program 3R dan peningkatan pengelolaan persampahan yang ramah lingkungan seperti penerapan sanitary landfill atau controlled landfill untuk TPA dan teknologi yang aman bagi 80% rumah tangga di wilayah perkotaan.
  3. Pengurangan genangan air di 100 (seratus) kawasan strategis perkotaan yang rawan banjir dengan cakupan seluas 22.500 Ha. 

 

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: